Minggu, 27 Januari 2013

Rekreasi Ke Kebun Strawberry (Little Egg)

Selamat berjumpa kembali di Pre School Little 1 Academy BDNI Yogyakarta.

Di semester dua tahun ajaran 2012-2013 telah hadir sahabat baru. Yuk, kita berkenalan dengan dengan sahabat baru kita. Ada siapa ya? Adik Dicky, Adik Bryant, Adik Rio, Adik Keola, Adik Ozora, Adik Abimanyu dan Adik Ibra. Selamat datang...selamat bergabung dengan keluarga Pre School Little 1 Academy BDNI Yogyakarta.
Asyik! teman-teman di Little Egg Class bertambah banyak.

Tema materi kegiatan kali ini adalah Rekreasi ke Kebun Strawberry. Siapa yang pernah berkunjung ke kebun strawberry, angkat tangan kanannya. "Saya, Kak!". Suara siapa itu ya. Oh, itu suara Adik Arya. Adik Arya bercerita bahwa ia bersama mama dan papa pernah mengunjungi kebun strawberry di daerah Tawang Mangu, terletak di kaki gunung Lawu, Jawa Tengah. Di sana, Adik Arya memetik kebun strawberry dan hap! memakan strawberry yang telah matang. 

Srawberry merah...strawberry merah
Dimakan...dimakan
Rasanya enak...rasanya enak
Nyam...nyam..nyam
Nyam...nyam...nyam  

Strawberry bisa diolah menjadi panganan lezat seperti selai strawberry dan dijus menjadi minuman yang segar menyehatkan badan.

Pada kegiatan kali ini, Kak santi mengajak adik-adik makan roti diolesi selai strowberry dan minum jus yang telah dibawa adik-adik dari rumah. Mama telah membuat jus strawberry dengan rasa cinta dan adik-adik meminumnya dengan senang. Tapi ada loh adik-yang belum suka minum jus strawberry ini, rasanya kecut katanya. Tapi tak mengapa walaupun hari ini belum suka, dengan melihat teman-teman minum jus diharapkan adik-adik dikemudian hari bisa menyukai minuman yang berasal dari buah strawberry ini.


Kak Santi megajak adik-adik mencuci tangan di watafel yang berada di store KFC, dilanjutkan berdoa sebelum menyantap roti dengan selai strawberry.



Letakan roti di atas piring. Ambilah satu sendok selai strawberry di atas roti lalu oleskan merata ya adik-adik. Roti dengan selai strawberry siap dinikmati :D


 Adik-adik dan Mama dan Uti Gene memperhatikan Kak Santi dan Kak Fitri yang sedang mengoles selai strawberry di atas roti.


 
 Adik Ibra mengoles selai di atas Roti di bantu mama.



 "Dicky bisa mengoles sendiri selainya, Mama"
Hai, ternyata ada adik Marfelo  ikut trial di Little 1 Academy. Selamat datang Marfelo.



Ayo...ayo kita membuat gambar pohon strawberry dengan kertas origami.



"Lihat kak, ini pohon strawberry Gene. Buahnya dari guntingan kertas origami dan Gene menempelnya. Strawberry-nya sudah matang berwarna merah menyala."


Strawberry, salah satu buah yang mengandung vitamin bagus untuk kesehatan tubuh kita. Semoga dengan kegiatan kali ini, adik-adik semakin suka makan buah-buahan khususnya buah strawberry.

Sebelum pulang nyanyi bersama yuk!
Mari adik-adik marilah pulang 
Beri salam Kakak selamat siang
Kamis kita kan bertemu lagi
Bersama-sama belajar di Little 1
Kamis kita kan bertemu lagi
Bersama-sama belajar di Little 1
 

Sampai jumpa di kegiatan berikutnya, bermain dan bereksplorasi di Pre School Little 1 Academy BDNI Yogyakarta.

Salam anak hebat!

Kendaraan (Little Egg)

Salam hangat sahabat Pre School Little 1 Academy.

Bermain dan bereksplorasi di semester pertama ajaran 2012-2013 telah usai, tiba waktunya memasuki semester dua dengan semangat baru.  
Keluarga Pre School Little 1 Academy BDNI Yogyakarta, Little Egg Class bertambah, loh! Ada Adik Keola, Adik Ozora, Adik Bryant, Adik Rio, Adik Abimanyu, Adik Dicky dan Adik Ibra. Selamat datang dan selamat bergabung adik-adik tersayang...:-)

Hari ini kak Rifka bernyanyi tebak kendaraan, mengajak adik-adik mengenal macam -macam kendaraan darat, yaitu kendaraan yang melaju di atas tanah.  Seperti apa lirik lagunya ya. Yuk, kita simak dan dengarkan baik-baik dan tebak kendaraan apa yang dimaksud.

Ayo teman-teman belajar bersama,
Cobalah tebak kendaraan apa?
Rodanya dua, jalannya lambat,
Transportasi darat, kendaraan apa namanya? 
Ayo coba tebak, kendaraan apa ya...???
 
Ini lagu yang kedua.Yuk! Dengar bersama-sama.
Ayo teman-teman belajar bersama,
Cobalah tebak kendaraan apa?
Rodanya empat, jalannya cepat,
Transportasi darat, kendaraan apa namanya?
Ayo, coba tebak lagi...!!!  




 Adik Keola bernyanyi sambil menggoyang-goyangkan pinggul...:-)



Kak Santi dan adik-adik akan bermain permainan pura-pura. Permainan ini melatih daya imajinasi adik-adik. Berpura-pura naik ke dalam bis. Sebelum naik, Kak Santi meminta adik-adik antri memasuki bis dan melangkah masuk ke dalam bis menggunakan kaki kanan terlebih dahulu.  "Masuk ke dalam bis dengan tertib dan hati-hati melangkah ya..."




 "Bersiap kita berangkat. Sekarang kita akan berkeliling Yogyakarta. Melewati Tugu, Malioboro dan terakhir kita akan kembali ke Little 1 BDNI Yogyakarta. Sudah siap semuanya?"

 

 Kak Santi jadi sopir. Hati-hati menyetirnya ya Kak...:D




 Ada belokan, Dik. Mobilnya belok ke kanan. Ayo, condongkan badannya ke kanan.




 Pada kegiatan inti kedua, adik-adik menyusun puzzle kereta bekerjasama dengan teman. Adik Gladys bahu-membahu menyusun puzzle kereta api dengan adik Abimanyu. Ayo...ayo..semangat!



 Ahaa....berhasil... Tos!!!



  Nah, inilah tim kedua,Adik Safa dan Adik Gene.



 Ini adalah Adik Ara dengan Adik Kezia, Ibra senang melihat mereka sambil menunggu giliran bermain.
"Mama boleh bantu rapikan keping puzzel ini, Kezia?" pinta mama Kezia.
"Ya, mama. Terimakasih" ucap Adik kezia.



Akhirnya tiba Adik Ibra bermain menyusun puzzle kereta api bersama Adik Chatra. "Coba, letakan keping puzzle itu di sebelah sini, Dek Ibra" Kak Santi coba membantu.

Semuanya senang dan bahagia. Adik-adik sekarang lebih mengenal kendaraan darat. Sampai jumpa lagi.

Kami, anak hebat!...Horeeee...!!!


Tanamanku (Big Egg)

Selamat pagi sahabat Pre School Little 1 Academy...

Hari yang cerah menerangi hati Kakak Tutor , Mama/Papa dan Adik-adik
Pre School Little 1 Academy BDNI Yogyakarta. Semuanya senang menyambut hari untuk belajar dan bereksplorasi bersama di Pre School Little 1 Academy!

Siapa yang suka mendengarkan dongeng?....
Adik-adik serempak menjawab "Saya!!!" Semangat sekali, ya. 

Dengarkanlah sebuah kisah tentang Momo sang monyet yang dibawakan Kak Santi dan Kak Rifka. Momo sang monyet melintasi kebun bunga mawar yang indah dan ia ingin sekali memetik eberapa tangkai. Tengok kanan, tengok kiri, Momo mengendap-endap. Dan, guk...guk...guk..guk..terdengan suara gongongan anjing yang mengagetkan Momo. Oh ternyata, kebun bunga mawar itu ada pemiliknya, sedangkan Didi sang anjing bertugas menjaga kebun mawar itu. Jika Momo mengambil bunga mawar tanpa meminta izin terlebih dahulu, itu artinya Momo mencuri, maka Momo harus meminta izin terlebih dahulu pada Didi. Betapa baiknya Didi mengizinkan Momo memetik beberapa bunga mawar dan memberitahukan untuk berhati-hati karena batang mawar berduri tajam. Senangnya Momo, ia akan berikan bunga mawar itu kepada Ibu dan Kakaknya. Ia pun berterimakasih atas kebaikan hati Didi.

 
 Adik-adik menyimak cerita Momo yang dibawakan Kak Santi dan Kak Rifka



 Asyik, kita bereksplorasi melihat indahya bunga dan tamanan di luar store KFC.



 "Ini adalah bunga bougenvile. Bunga baougenville ini berwarna apa ya adik-adik?"
"Unguuu, Kak"




 Kami anak hebat...!!!



 Keceriaan dalam kebersamaan.




Kak Santi berdiri di bawah pohon rambutan yang berada di area luar store KFC Sudirman BDNI. "Buah rambutannya masih mentah, ya kak" ujar Hayu menatap buah rambutan yang masih berwarna hijau.



 Berhenti sebentar untuk mengamati bunga terompet...:-)



 
 Waktunya kembali ke dalam kelas.

 

 Chia mengamati papa menggunting kelopak bunga dari kertas origami.



 Disesi kedua Adik-adik beekerjasama dengan mama/papa membuat bunga. Batang bunga dibuat dari lintingan kertas koran. Ini lah salah satu karya adik-adik dan mama/papa. Bagus ya...:-)




Inilah suasana kelas saat membuat kreativitas bunga dari kertas origami dan lintingan koran.

Semoga kegiatan kali ini menumbuhkan kesadaran dan kecintaan adik-adik Pre School Little 1 Academy BDNI Yogyakarta terhadap tumbuh-tumbuhan. Kelak, adik-adik menjadi manusia berbudi dan bisa menjaga bumi tetap hijau dan lestari.

Salam hangat...!!!

Jumat, 25 Januari 2013

Tanaman Di Halaman Rumahku (Big Egg)

Kalau kau anak hebat teriak hore!
Horeeee...!!!
Kalau kau anak pintar teriak hore!
Horeeee...!!!


Hallo, sahabat Pre School Little 1 Academy....
Senang sekali kita dapat bersua kembali...
 
Dengan tema Tanaman di Halamanku , adik-adik Pre School Little 1 Academy BDNI Yogyakarta bermain puzzle, menyusun bagian tanaman seperti kelopak bunga, daun, dan batang. Dilanjutkan melipat kertas origami hingga  membentuk bunga tulip. 

Setelah Circle Time, yaitu sesi bedoa, absensi dan senam Chaki,  adik-adik mendengarkan cerita dari Kak Santi berjudul Awan dan Bunga.  Sebuah kisah tentang persahabatan Awan dan Bunga. Bunga yang tumbuh dipinggir tebing ingin sekali melihat dunia disekelilingnya. Dengan bantuan awan yang baik hati, ia terbang melintasi pegunungan, persawahan dan melihat dari atas sekumpulan  anak-anak yang sedang bermain. Anak-anak itu kaget sekali melihat bunga yang bisa terbang dan berlari mengejar bunga itu. Mereka tidak tahu, kalau bunga itu bisa terbang karena awan berubah menjadi kabut tipis menyusup ke dalam bunga dan wussss...!!! Ia terbang, dan impian melihat ndahnya duniapun terwujud.  

Tiba waktunya menyusun puzzze bunga. Adik-adik Pre School Little 1 Academy BDNI Yogyakarta duduk manis dibangku yang telah tersedia. Kak Fitri lalu memanggil adik-adik satu-persatu guna menempel puzle bunga  pada sterofoam yang telah dilukis seperti awan. Adik-adik sudah tidak sabar menunggu siapa yang akan di panggil pertama oleh Kak Fitri...:-)


Saat Adik Chia, dipanggil oleh kak Fitri, dengan semangat dan senyum manisnya bergegas maju ke depan menempel daun. "Hopla....berhasil. Ayo beri tepuk tangan yang meriah untuk adik Chia"


" Uuuh, susah sekali menempelkan daun ini. Jatuh lagi...jatuh lagi"
"Sabar ya adik Hera, Kak Rifka bantu menekan daun ini sehingga bisa merekat kuat pada sterofoam."




Kini, giliran stefi menempel batang pada bunga kedua yang berukuran lebih kecil.




Pada sesi kedua, kak Rifka membimbing adik-adik melipat origami hingga membentuk bunga tulip.
"Adik-adik, Kak Rifka minta lipat kertas origaminya hingga membentuk segitiga" pinta Kak Rifka.
"Kakak, seperti ini ya?" ujar Adik Hayu.
"Ya, seperti itu Dek Hayu. Pintar sekali!


Tralaaaa...!!! Bunga tulip kertasnya sudah jadi. Walaupun masih di bantu Mama, tapi adik-adik antusias dan senang sekali membuatnya. Dan Adik Rafa senyum simpul memperlihatkn bunga tulip kertasnya kepada teman-teman.


Waktu sudah menunjukkan jam 10.30 WIB. Adik-adik dan mama pun begegas pulang. Membereskan peralatan sekolah ke dalam tas, berdoa sesuai agama dan kepercayaannya lalu kita Tepuk Sayang.
Ouuuwh....!!! Adik Stefy, adik Thea dan adik Khaela berebut memeluk Kak Rifka...:)

"Kak Rifka, Kak Santi dan Kak Fitri sayang adik-adik semua. Selamat siang dan hati-hati di jalan yaaa....Dadahhh!!!"

Minggu, 20 Januari 2013

Bermain Bagi Anak Usia Dini


Raya, bayi perempuan kecil berumur 3 bulan, sedang mengeluarkan bermacam-macam suara dari mulutnya sambil memandangi tangannya. Sesekali tangannya dimasukkan ke dalam mulut, diselingi tawa kecilnya. Di dekatnya, Rafi, kakak laki-laki yang berusia 3 tahun, bermain mobil-mobilan dengan menggunakan kulit jeruk bali. Sementara di luar rumah ada 5 anak perempuan dan laki-laki sedang bermain petak umpet sambil tertawa-tawa.

DUNIA ANAK ADALAH BERMAIN
Tahukah Ibu dan Ayah bahwa anak-anak di seluruh dunia melakukan suatu kegiatan yang disebut bermain? Tidak peduli mereka ada di Nigeria, Papua Nugini, Arab, Amerika, Eskimo, Nepal, Medan, Palangkaraya, Timika atau di mana pun. Ananda bisa bermain sendirian maupun dengan teman dan orang dewasa. Ananda dapat bermain dengan menggunakan alat permainan yang memang sengaja dibuat untuk anak-anak dan sudah digunakan di seluruh dunia sejak lama. Contohnya, boneka, bola, mainan yang merupakan tiruan dari alat-alat yang ada dalam kehidupan sehari-hari (seperti, alat masak-masakan, alat pertukangan, alat dokter-dokteran, mobi-mobilan), dan masih banyak lagi. Ananda juga dapat bermain dengan menggunakan apa pun benda yang mereka temukan, seperti kayu, batu, atau daun, menjadi mainan yang mereka inginkan. Ananda bermain seperti yang dicontohkan oleh orang dewasa atau anak-anak lain yang lebih tua. Ananda bermain dengan suara-suara yang mereka keluarkan atau percakapan yang mereka lakukan.

Pada dasarnya, semua orang bermain, dari bayi hingga remaja, bahkan sampai dewasa. Hanya saja, dibandingkan remaja dan orang dewasa, anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain. Hal ini didukung oleh Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pasal 7:3 yang berbunyi, Anak perlu mendapatkan kesempatan penuh untuk bermain dan berekreasi, sama seperti kesempatan untuk mendapatkan pendidikan; masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif mendukung pemenuhan hak tersebut.¨ Nah, karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain, maka tidak salah kalau ada ahli yang mengatakan bahwa bermain adalah pekerjaan anak; melalui bermain, anak akan tumbuh dan berkembang.

Sejak bayi, ananda sudah bermain, karena bermain adalah suatu kegiatan yang secara alamiah telah dimiliki oleh setiap anak. Tidak seperti kegiatan berjalan, berbicara, menulis, membaca atau berhitung, yang membutuhkan bantuan dari orang lain untuk mengajarkannya, maka untuk bisa bermain, anak-anak tidak memerlukan orang lain untuk memulai mengajarinya bermain. Sebenarnya, apa sih bermain itu? Secara umum orang berpendapat, bermain adalah kegiatan yang serta-merta atau tanpa direncanakan lebih dahulu, tidak mempunyai tujuan tertentu, dan lebih didorong oleh kebutuhan untuk memperoleh kesenangan. Jadi, bisa dibilang, bermain adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan anak-anak kita melakukannya setiap hari dengan senang hati. Dalam keadaan senang dan santai, tanpa disadari ananda akan lebih mudah mempelajari banyak hal. Semua yang dilihat dan didengar oleh ananda akan dengan mudah diiingat karena lebih berkesan, sehingga sebenarnya amat banyak hal yang dipelajari oleh anak-anak kita saat mereka sedang bermain.

Tentunya, kegiatan bermain anak berbeda-beda saat mereka masih bayi dibandingkan saat berusia 2 tahun. Ketika bayi, kegiatan bermain lebih banyak menggunakan anggota tubuhnya sendiri, kurang banyak menggunakan alat permainan, dan biasanya dilakukan sendirian atau dengan orangtua/orang dewasa lain. Setelah berusia sekitar 6 bulan, ananda mulai senang menggunakan alat permainan yang diberikan oleh orangtua. Sampai usia sekitar 2 tahun, biasanya ananda lebih banyak bermain di rumah dan lebih kerap bermain sendiri atau bersama dengan saudara kandung. Setelah masuk usia prasekolah (PAUD), barulah ananda lebih banyak bermain dengan teman sebaya.

MANFAAT BERMAIN
Dengan bermain, anak akan tumbuh dan berkembang. Ada 5 aspek perkembangan yang akan dirangsang dengan bermain, yaitu:
1. Aspek Fisik-Motorik
Yang dimaksud aspek fisik-motorik adalah kemampuan gerak, baik gerakan kasar maupun gerakan halus. Dengan bermain, ananda diharapkan dapat mengontrol, baik gerakan kasar maupun gerakan halusnya.
Beberapa kegiatan bermain yang dapat dilakukan untuk merangsang gerakan kasar adalah:
a. Gerakan-gerakan menendang atau mengisap jari jemari pada bayi.
b. Berjalan pada satu garis lurus atau mengangkat satu kaki untuk keseimbangan.
c. Dudukkan ananda di pangkuan, pegang di bawah ketiaknya, gerakkan kaki Ibu/Ayah, dan buat suara seolah-olah ananda naik mobil/motor/kuda.
d. Menangkap atau menendang bola, dan masih banyak
Beberapa kegiatan bermain yang dapat dilakukan untuk mengontrol gerakan halus adalah:
a. Menggenggam dan menggerak-gerakkan mainan pada bayi.
b. Bermain dengan tanah liat, ubleg, play dough.
Kegiatan ini baik untuk melatih keterampilan mengontrol jari-jemari. Sediakan adonan sagu dicampur air, berikan pewarna makanan atau menggunakan saus tomat, kemudian minta ananda mengambil adonan tersebut ke sebuah kertas dan membuat pola atau bentuk sesuai kehendak mereka.
c. Mengambil benda-benda berukuran kecil.
Kumpulkan beberapa benda kecil seperti biskuit, permen, batu kerikil, kulit kerang, dan lain-lain, lalu minta ananda mengambil benda-benda tersebut dan menaruhnya ke dalam botol. Kegiatan ini baik untuk melatih kemampuan gerakan halus serta menyatukan gerak dan irama antara mata dan tangan.

2. Aspek Sosial
Melalui bermain, ananda belajar mengenal jenis kelamin mereka, bagaimana membina hubungan dengan orang lain, mengerti aturan, bisa berbagi dengan orang lain, menunggu giliran, dan mampu memahami orang lain.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan aspek bahasa adalah:
a. Ajak ananda bermain teka teki mengenai nama tetangga di sebelah kiri, kanan, dan depan rumah. Misalnya, Siapakah nama ayah yang rumahnya ada di depan rumah kita?
b. Saat ananda bermain dengan teman-temannya, ajarkan agar ia mau berbagi mainan dengan teman atau menunggu giliran.

3. Aspek Emosi
Melalui kegiatan bermain, ananda dapat melatih kesabaran, belajar menerima kekalahan, kecewa, mengatur emosi marah, tidak mudah menyerah, dan dapat mengemukakan perasaan mereka.
Beberapa kegiatan bermain yang dapat dilakukan untuk merangsang perkembangan emosi adalah:
a. Saat bermain bersama teman, lalu mereka rebutan mainan, maka ananda akan belajar mengatur emosi mereka.
b. Anak bermain peran sebagai guru, dapat melatih rasa percaya diri.

4. Aspek Bahasa
Saat bermain, ananda akan mendengar dan berbicara. Hal ini akan melatihnya untuk memahami orang lain dan menggunakan bahasa untuk mengungkapkan pikirannya. Selain itu, melalui bahasa, ananda juga belajar untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan menambah penguasaan kata.
Beberapa kegiatan bermain yang dapat dilakukan untuk mengembangkan aspek bahasa adalah:
a. Membacakan buku cerita.
b. Menyanyi lagu-lagu sederhana seperti Balonku.
c. Mengajak ananda berbicara dan bermain cilukba pada bayi.
d. Bermain tebak kata. Contoh, Benda ini dipakai untuk makan, bentuknya biasanya bulat, apakah itu.”

5. Aspek Kecerdasan
Melalui bermain, ananda belajar bagaimana menyelesaikan masalah, meningkatkan daya ingat, memusatkan perhatian pada suatu kegiatan, dan lain-lain.
Beberapa kegiatan bermain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aspek kecerdasan adalah:
a. Ajak ananda menyanyikan lagu Satu-satu aku sayang ibu hingga selesai. Saat menyanyi dan mengucapkan satu-satu, tunjukkan angka satu dengan jari, begitu seterusnya hingga tiga.
b. Ajak ananda menebak nama-nama anggota wajah, lalu beri pujian bila ia berhasil menunjukkan/menyebutkan. Misal, Ayo Nak, apa namanya ini sambil Ibu/Ayah menunjuk hidung atau mata, dan lainnya.
c. Bermain jual beli. Ini adalah awal ananda mengenal angka.

BELAJAR MELALUI BERMAIN
Tidak seperti anggapan salah yang sering dianut oleh banyak orang bahwa bermain adalah suatu kegiatan membuang-buang waktu dan dapat membuat anak menjadi bodoh. Ternyata, bermain adalah kegiatan yang menyenangkan dan dapat menjadi sarana belajar yang baik bagi anak, karena dilakukan tanpa tekanan dan paksaan. Penting untuk diingat, yang paling utama adalah kegiatan bermainnya itu sendiri, bukan belajarnya. Seperti sudah dijelaskan di atas, dunia anak adalah bermain, bahkan bermain adalah pekerjaan anak. Melalui kegiatan bermain, ananda belajar mengembangkan berbagai kemampuan yang dimilikinya dengan menyenangkan dan bahagia. Perlu dipahami, kemampuan anak usia dini untuk berkonsentrasi masih pendek, penguasaan bahasanya juga terbatas, dan anak pun masih mudah bosan. 
Oleh karena itu, anak usia dini belum siap untuk mengikuti kegiatan belajar secara formal di bangku sekolah. Bila ananda dipaksa untuk mengikuti kegiatan formal di sekolah, maka ia akan merasa tertekan, sehingga dapat mengalami gangguan belajar dan gangguan perilaku.

Jadi, Ibu dan Ayah, pada saat bermain, ananda juga belajar. Melalui bermain, ananda belajar memahami bagaimana suatu benda bekerja, misalnya, bagaimana kalau bangku didorong akan berbunyi, air akan menyebabkan basah, sendok selain digunakan untuk makan bisa juga digunakan sebagai telepon saat bermain pura-pura, dan sebagainya. Ananda juga akan belajar bagaimana caranya mengekspresikan diri dengan berbagai macam cara, seperti, bagaimana caranya bicara saat marah, kesal, tidak suka, dan lainnya. Bukan cuma itu. Pada saat bermain, ananda pun belajar mengenal dan menggunakan berbagai macam kata baru, terutama ketika ananda bermain pura-pura, seperti bermain jual-beli, tamu-tamuan, sekolah-sekolahan, dan lainnya. Kegiatan bermain juga dapat memperkuat dan mengendalikan otot-otot tubuh, serta belajar bekerja sama ketika ananda bermain dengan teman, semisal berjalan di titian, mengendarai sepeda, melempar dan menendang bola. Bahkan, ketika ananda menemui masalah dalam bermain, ananda diajak untuk berpikir kreatif dan menggunakan kemampuan memecahkan masalah. Contoh, bagaimana menghadapi teman yang tidak mau bergantian alat bermain, bergantian menggunakan alat permainan yang sama, dan sebagainya.

Yang penting diperhatikan oleh Ibu dan Ayah, dalam bermain, ada beberapa hal-hal yang harus dihindarkan, yaitu:
1. Pemaksaan oleh orangtua, karena akan mengubah suasana bermain menjadi bekerja.
2. Mengeritik atau mencemooh, sebab masih wajar kalau sesekali anak melakukan kesalahan;
3. Sikap mengatur apa yang harus dilakukan oleh anak sehingga anak tidak mempunyai kesempatan untuk berkreasi, berimajinasi, berani mencoba hal-hal baru.

ORANGTUA IKUT TERLIBAT
Ibu dan Ayah diharapkan ikut bermain bersama anak. Karena, keterlibatan Ibu dan Ayah dalam kegiatan bermain dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi ananda, yang pada akhirnya akan membuat hubungan anak dan orangtua menjadi lebih dekat. Ketika Ayah dan Ibu bermain dengan ananda, orangtua sekali-sekali boleh mengarahkan, tetapi anak tetap yang paling aktif dalam bermain. Misalnya, ketika bermain masak-masakan, biarkan ananda yang menentukan bahan-bahan yang dipakai, bagaimana akan memasak, dan seterusnya. Namun Ayah dan Ibu bisa ikut memesan masakan yang disukai, Ibu pesan gado-gado ya, tapi cabe-nya satu saja ya.

Orangtua seharusnya lebih peka dan tanggap akan kebutuhan anak waktu bermain, dan selalu berikan dukungan sehingga anak tetap semangat bermain. Jika ananda terlihat mengalami kesulitan saat memindahkan mainan, misalnya, tanyakan, apakah ia ingin dibantu namun tidak secara langsung mengulurkan bantuan, Sini, Nak, Ayah bantu, melainkan katakan, Hmm...kayaknya berat, ya? Boleh Ayah tolong? Bisa juga dengan menyemangatinya, Coba Andi dorong pelan-pelan pakai kedua tangan. Ya, begitu. Pintar lo anak IbuJadi, jangan langsung membantu agar anak tetap bersemangat dalam bermain.
Berikut ini beberapa contoh kegiatan bermain yang dapat dilakukan oleh anak bersama orangtua, sesuai dengan usia anak.

1. Bayi dan Anak Bawah Dua Tahun (BaDuTa)
a. Bermain yang melibatkan gerakan pancaindra.
Bermain dimulai secara tidak sengaja, bayi melakukan gerakan-gerakan yang ternyata membuat dia senang, sehingga selalu diulang. Contoh kegiatan bermain ini adalah mengamati dan menggerak-gerakkan tangan, mengemut ibu jari, menyembur-nyemburkan ludah.
b. Bermain dengan benda.
Semua mainan yang dapat merangsang kelima indra (berwarna terang, berbunyi, permukaan kasar-halus, beraroma, dapat dirasakan). Mainan hendaknya cukup besar untuk bisa digenggam oleh anak, lembut, dan tidak tajam. Contoh, mainan yang dapat diurutkan dari yang kecil ke besar; mainan untuk masak-masakan, untuk minum; bermain air sabun; bermain pasir; mobil-mobila; buku bergambar tanpa tulisan; dan sebagainya.
c. Bermain pura-pura (simbolik).
Menggunakan alat-alat permainan atau benda-benda yang ada di sekitar seolah-olah sebagai suatu benda. Contoh, menggunakan pisang/bekas gelas plastik air mineral/kaleng susu sebagai telepon, menggunakan kotak-kotak sabun sebagai mobil, menggunakan panci bekas dan sendok sebagai alat musik, serta lainnya.

2. Anak Dua Tahun
Anak usia dua tahun mulai mengalami perkembangan dalam gerakan kasar dan halus, juga mulai bisa mengontrol gerakan tubuh, sehingga anak bangga dengan keberhasilan dalam kegiatan fisik mereka. Karena kemampuan bahasa mulai berkembang, anak juga mulai menggunakan bahasa. Beberapa contoh kegiatan bermainnya ialah bermain palang (terbuat dari besi atau kayu) sejajar untuk bergelantungan; naik-turun tangga; bermain gerobak untuk ditarik; perosotan; bermain di terowongan untuk merangkak; bermainan dengan benda yang dapat dikendarai; bermain kepingan gambar (puzzle) sederhana dengan potongan besar; manik-manik untuk dironce; tanah liat, pasir, adonan sagu/terigu (penting untuk mempertajam indra, bukan untuk menghasilkan suatu bentuk); dan sebagainya.

3. Anak Tiga Tahun
Anak usia tiga tahun sangat imajinatif (senang menciptakan tokoh-tokoh atau kegiatan yang bersifat khayalan) dan mulai senang meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa, terutama kedua orangtuanya. Kemampuan ananda untuk berteman juga semakin meningkat, sehingga mereka sudah lebih baik dalam kegiatan berbagi, menunggu giliran, dan bekerja sama dengan orang lain. Beberapa contoh kegiatan bermainnya adalah permainan yang menggambarkan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari seperti bermain truk/mobil-mobilan, pasar-pasaran, boneka, balok, tanah/pasir, spidol, pinsil gambar, dan krayon.

4. Anak Empat Tahun
Anak usia ini memiliki keseimbangan tubuh yang makin baik, gerakan halus lebih terampil, dan mulai memiliki perencanaan tetapi masih suka berubah-ubah. Contoh kegiatan bermainnya adalah berrmain sepeda, alat pertukangan, balok-balok yang lebih kecil dengan bermacam bentuk, bola sepak, membaca buku (dengan gambar dan tulisan), dan sebagainya.

5. Anak Lima Tahun
Anak sudah menunjukkan tanggung jawab untuk mengurus diri sendiri dan kepunyaannya. Biasanya mereka juga membutuhkan pengarahan dari orang dewasa. Contoh kegiatan bermainnya, antara lain: bermain menggunakan peralatan seni, seperti cat, sikat, krayon, spidol, gunting, lem, tanah liat, dll.; peralatan pertukangan atau masak-masakan, peralatan rumah tangga; alat permainan (ular tangga, halma, monopoli, dll).

Ibu dan Ayah, ingatlah, bermain merupakan cara anak belajar, tapi tetap yang paling utama adalah bersenang-senang. Melalui bermain, Ibu dan Ayah dapat memberikan pengalaman belajar yang bermacam-macam kepada ananda. Nah, supaya pengalaman bermain ananda lebih banyak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu dan Ayah, yaitu:
1. Waktu untuk bermain.
Ibu dan Ayah hendaknya dengan sengaja menyempatkan diri dan menyediakan waktu untuk bermain dengan anak. Kegiatan bermain dilakukan pada saat ananda memang menginginkannya dan tidak pada jam-jam anak biasanya tidur. Misalnya, sesudah mandi dan makan pagi atau sore.
2. Ruangan bermain.
Bagaimana Ayah dan Ibu mengatur ruangan dan ruangan seperti apa yang tersedia, akan memberi pengaruh kepada cara bermain anak. Jangan menaruh hiasan kecil-kecil dan mudah pecah di tempat yang mudah diambil oleh anak.
Kalau ruangan yang tersedia untuk anak bermain adalah ruang tamu, biasanya anak bermain dengan permainan yang tidak memerlukan banyak kegiatan berlari.
3. Bahan dasar (utama) pembuatan mainan.
Saat ini kebanyakan mainan terbuat dari plastik, berhati-hatilah dalam memilih mainan yang cocok untuk anak kita. Bila memungkinkan Ayah dan Ibu dapat menggunakan mainan dari bahan-bahan yang tersedia di alam, seperti menggunakan wortel bagi bayi yang baru belajar menggigit.
4. Pengalaman sebelumnya.
Pengalaman Ibu dan Ayah bermain ketika kecil akan memengaruhi Ibu dan Ayah dalam melakukan kegiatan bermain bersama ananda. Contoh, orangtua yang saat mereka kecil diperbolehkan untuk main hujan-hujanan akan memperbolehkan anaknya untuk melakukan hal yang sama.
5. Mengamati.
Bila saat anak bermain, Ibu dan Ayah ikut mengamati, maka akan cepat tanggap terhadap kebutuhan anak dan dapat memberikan dukungan saat ananda mengalami kesulitan. Misal, kalau Ayah dan Ibu melihat ada air di lantai, sebaiknya cepat dilap, atau kalau melihat ujung meja terlalu tajam dan berbahaya untuk anak, maka lapisi ujung meja sehingga tidak lagi berbahaya, dan sebagainya.
6. Keterlibatan orang dewasa.
Keterlibatan orang dewasa atau orangtua dalam kegiatan bermain anak, hendaknya tidak menjadi pengganggu dan membuat anak tidak kreatif.

TIPS MEMILIH MAINAN BAGI ANAK
1. Mainan harus bersih dan aman, sesuaikan dengan usia anak.
Hindari mainan yang memiliki pinggiran tajam dan mudah pecah.
Hindari mainan yang mengandung cat berbahaya.
- Hindari mainan dalam bentuk kecil-kecil karena dapat tertelan atau dimasukkan ke dalam lubang hidung/telinga anak.
2. Sebisa mungkin kurangi mainan yang menggunakan listrik atau baterai.
3. Sebisa mungkin anak memiliki kesempatan yang sama antara bermain di dalam ruangan dengan bermain di luar ruangan.


Sumber Bacaan            
A Practical Guide to Early Childhood Curriculum. (edisi ke-8). Eliason, Claudia & Jenkins, Loa. Pearson Prentice Hall. New Jersey. (2008).

Children,play, and development. Hughes, F.P. (edisi ke-3). Boston: Allyn and Bacon. (1999).

Play and early childhood development (edisi ke-5). Johnson, J. F., Christie, J.F., Yawkey, T.D. NY: Longman. (1999).

Human Development. (edisi ke-10). Papalia, Olds & Feldman. McGraw Hill. (2007)

Bermain, mainan dan permainan. Tedjasaputra, Mayke S. Jakarta: P.T. Grasindo. (2001)

Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan Nasional
Tahun 2011